PENGALAMAN KOMUNIKASI POLITIK DPRD DKI JAKARTA TERHADAP GUBERNUR DKI JAKARTA BASUKI TJAHAJA PURNAMA

Studi Fenomenologi 17 Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2014-2019

  • Eni Saeni

Abstract

Gubernur DKI Jakarta periode 19 November 2104 - 9 Mei 2017 Basuki Tjahaya Purnama merupakan pejabat publik dengan gaya bicara fenomenal.Sebagai pejabat public,cukup terkenal karena kinerjanya dan gaya komunkasinya.DPRD DKI Jakarta ,sebagai mitra kerja gubernur DKI, lembaga yang paling banyak berkomunikasi dengan Ahok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengalaman anggota DPRD DKI Jakarta dalam berkomunikasi dengan Gubernur Ahok.Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling, pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi kepustakaan.Hasil penelitan menunjukan para informan mempunyai pengalaman beragam berkomunikasi dengan Ahok. Latar belakang pribadi dan baju politik informan, mempunyai andil dalam membentuk pengalaman mereka berkomunikasi dengan Ahok.Umumnya terbelah menjadi dua kutub. Kutub pertama kelompok informan yang tak ada masalah dengan gaya komunkasi Ahok. Mereka menemukan sisi-sisi positif dari gaya komunikasi Ahok, seperti gaya tersebut dibutuhkan untuk mengubah mindset, mental, dan karakter pejabat. Namun mayoritas informan masuk kutub kedua. merasa terganggu dengan gaya Ahok. Mereka bukan hanya tak nyaman tetapi juga merasa ‘terserang’ dengan gaya komunikasi Gubernur. Mereka merasa terhina dan marah, ketika Ahok menyebut rampok, maling dan begal, dalam kasus ‘dana siluman’ RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) DKI Jakarta 2015.
Kata ku

Published
2020-07-19