PENURUNAN HARMONISA OUTGOING TRANSFORMATOR 20kV/1,2kV DI GARDU TRAKSIDENGAN PENGGUNAAN FILTER PASIF

  • Agus Sofwan Sekolah Pascasarjana ISTN
  • Aripin Triyanto PoltekkesJakarta I
Keywords: Gardu traksi, Konverter, Distorsi harmonisa, Filter pasif, ETAP

Abstract

Pada paper ini akan dipaparkan tentang upaya penurunan atau reduksi gangguan nilai harmonisa pada kerja Commuter Line dengan menggunakan filter  pasif. Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Jabodetabek Indonesia dicatu oleh sistem Pusat Listrik Aliran Atas Arus Searah (PLAA AS). KRL atau Commuter Line ini beroperasi dengan penggunaan arus searah bertegangn tinggi 1500kV.Pada system gardu traksi KRL Stasiun Tanjung Barat menggunakan penyearah 6 pulsa untuk mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah dengan menggunakan silicon rectifier.Dampak dari proses penyearahan ini adalah adanya harmonisa arus yang dapat menimbulkan pemanasan lebih dan bahkan dapat menmbulkan kebakaran pada transformator. Untuk mengatasinya, pada penelitian ini akan menggunakan filter pasif single tuned pada orde ke-5 yang disesuaikan dengan beban rangkaian konverter. Pembebanan dilakukan secara bertahap dalam 4 tahapan yaitu 20%, 40%, 60% dan 80%.Simulasi dengan bantuanETAP aplikasi versi12.6.0 menunjukkan bahwa pemasangan filter menghasilkan penurunan nilai arus harmonisa total rata-rata yakni pada beban (20%) turun dari 20,19% menjadi 1,02%; beban (40%)  turun  dari 20,19% ke 3,93%; beban (60%) turun dari 20,19% ke 1,70%; dan beban (80%) turun dari 20,20% ke 4,91%. Sehingga, Dengan demikian penelitian ini telah berhasil untuk reduksi distorsi harmonisa total arus berada dibawah 5% memenuhi standar IEE 519-1992 bahwa nilai distorsi harmonisa tidak boleh melebihi 5%.

Published
2020-05-08